Thursday, November 2, 2017

Definisi dan Asal Usul Pesantren

Sebelum mengulas mengenai definisi dan asal usul pesantren alangkah indah dan relevan disinggung mengenai pendidikan Islam. Bahwa dalam konteks Indonesia, apa yang disebut sebagai “Pendidikan Islam” sebenarnya tidaklah begitu mudah untuk menunjukkan dan menentukannya. Karena masih banyak yang mempertanyakan, mana yang termasuk pendidikan Islam, apakah lembaga pendidikan yang dikelola oleh organisasi Islam tertentu misalnya Muhamadiyah, NU ataukah madrasah dari berbagai jenjangnya yang dibina oleh Deparatemen Agama, ataukah lembaga pendidikan umum seperti SMP, SMU dan lainnya yang bernaung di bawah Departmen Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, ada baiknya jika dikembalikan lebih dahulu kepada esensi pendidikan Islam yang sebenarnya, kalau boleh diringkas, sebagaimana dijelaskan Imam Bawani bahwa esensi pendidikan islam ialah terdapatnya unsur iman, ilmu dan amal dalam totalitas teori dan prktek suatu pendidikan. Suatu kegiatan atau lembaga tertentu bisa di kategorikan sabagai pendidikan islam, manakala di dalamnya dikembangkan secara harmonis ketiga unsur tersebut (Imam Bawani, 1993:79).

Bila dinalar dari komponen yang pertama, bahwa iman tidak akan sempurna keculai dengan ilmu, sedangkan iman dan ilmu tak akan berarti dalam hidup, kecuali diwujudkan dalam bentuk amal dan pengabdian. Sebaliknya bila dinalar unsur yang terakhir, bahwa amal tidak akan sempurna, kecuali berdasarkan ilmu, sementara ilmu dapat menjerumuskan orang kelembah kesesatan, jika ilmunya tidak dilandasi iman. Sekarang bagaimana perwujudan ketiga unsur atau komponen tersebut dalam apa yang dikenal sebagai pendidikan islam di Indonesia?

Di Indonesia, yang biasanya diidentikkan sebagai pendidikan islam, sekurangnnya ada tiga yaitu pesantren, madrasah dan sekolah milik organisasi Islam dalam setiap jenis dan jenjang yang ada. Kecenderungan untuk menyusun identifikasi semacam itu, dasarnya bersifat realistis historis dimana ketiganya dimasa lalu pernah menyatukan diri dalam satu barisan yang menentang sistem pendidikan  kolonial, dan yang jelas sama-sama berangkat dari dan untuk kepentingan islam dalam arti seluas-luasnya (Depag RI, 1986: 44).

Asal-Usul Pesantren

Dewan Raharjo dalam bukunya "Pesantren dan Pembaharuan" mengungkapkan bahwa Ada beberapa istilah pesantren sebagai jenis lembaga pendidikan Islam yang kurang lebih memiliki ciri yang sama, yaitu di Jawa kita kenal dengan istilah pesantren, pondok atau pondok pesantren, sedangkan di daerah Aceh dengan nama Dayah, rangkang atau Muenasah dan adapun di daerah Minangkabau disebut dengan surau (Dewan Raharjo, 1985: 2).

Definisi dan Asal Usul Pesantren
Gambar. Santri Ponpes Annidhom Kota Cirebon
Adapun perbedaan pesantren dengan lembaga pendidikan madrasah atau lembaga pendidikan pada umumnya yaitu bahwa pesantren memilki asrama atau pondok untuk para santri, yang walaupun sekarang muncul madrasah model, atau boarding school, madrasah khusus yang kesemuanya mengadopsi ciri asrama dari pesantren, namun yang penulis maksudkan adalah pesantren zaman dahulu dengan segala cirinya yang komplek (Zamakhsyari Dhofir, 1985: 44).

Istilah pesantren berasal dari kata santri dengan mendapatkan imbuhan awalan pe- dan akhiran –an sehingga berarti tempat untuk tinggal dan belajar santri. Sedangkan kata santri menurut Kamus Bahasa Indonesia berarti orang yang mendalami agama Islam (Depdikbud, 1990: 783). Pengertian serupa juga diungkapkan oleh Soegarda Poerbakawatja, yang menyebutkan kata santri berarti orang yang belajar agama Islam, sehingga pesantren mengandung pengertian sebagai tempat orang belajar agama Islam (Soegarda Poerbakawatja, 1976: 233). Lebih jelas lagi Sudjoko Prasojo mendefinisikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam Indonesia untuk mendalami agama Islam dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian. Atau dalam ungkapan lain bahwa pesantren adalah lembaga tafaqquh fiddīn (Sudjoko Prasojo, 1982: 6).

Prof. Johns berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang C.C. Berg mengatakan berasal dari bahasa India yang berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana yang mengerti kitab suci agama Hindu. Kata shastri berasal dari shastra yang berarti buku suci, buku agama atau buku-buku tentang ilmu pengetahuan (Zamakhsyari Dhofir, 1985: 8).

Secara terminologis dapat dikatakan bahwa pendidikan pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya berasal dari India. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia, sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu di Jawa. Setelah Islam masuk  dan tersebar, sistem tersebut diadopsi oleh Islam. Di samping alasan tersebut, persamaan bentuk antara pendidikan Hindu di India dan pesantren dapat dianggap sebagai petunjuk untuk menjelaskan asal-usul pesantren (Karel A. Steenbrink, 1986: 20).

Pendapat di atas tidak selamanya benar dan kita terima mentah-mentah karena ada pendapat lain menyebutkan bahwa pesantren itu berasal dari tradisi Islam itu sendiri, yaitu tradisi tarekat. Pesantren mempunyai kaitan erat dengan tempat pendidikan yang khas bagi kaum sufi. Pendapat ini berdasarkan fakta bahwa penyiaran Islam di Indonesia pada awalnya lebih banyak dikenal dalam bentuk kegiatan tarekat. Hal ini ditandai oleh terbentuknya kelompok-kelompok organisasi tarekat yang melaksanakan amalan-amalan zikir dan wirid tertentu. Dan pemimpin tarekat itu disebut kyai, yang mewajibkan pengikutpengikutnya untuk melaksanakan suluk selama empatpuluh hari dalam satu tahun dengan cara tinggal bersama anggota tarekat dalam sebuah masjid untuk melakukan kegiatan ibadah di bawah bimbingan kyai. Disamping mengajarkan amalan tarekat, paraa pengikut itu juga diajarkan kitab-kitab agama dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. Aktivitas yang dilakukan oleh pengikut-pengikut tarekat ini kemudian dinamakan pengajian, yang dalam perkembangan selanjutnya lembaga pengajian ini tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang disebut pesantren (Harun Nasution, 1992: 100).

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pesantren berasal dari lembaga pengajian dan pengajaran Islam di Masjidmasjid Khan di Mesir, karena jika penyebar Islam berasal dari arab, maka secara otomatis gerakan dakwah mereka akan dipengaruhi oleh lembaga tersebut, sehingga paling tidak mereka akan menyebarkan Islam berdasarkan apa yang ada di negara mereka.

Persoalan historis tentang asal-usul pesantren tidak dapat dipahami secara menyeluruh, karena ia adalah sejarah masa lalu yang sangat tua sekali, sehingga membutuhkan bahan-bahan dari abad 17 dan 16 atau bahkan sebelumnya. Terlepas dari persoalan tersebut di atas, bahwa hubungan erat antara Islam di Indonesia dengan pusat-pusat Islam, terutama Mekkah terjadi semenjak dioperasikannya kapal uap dan pembukaan terusan Suez. Semua itu membuktikan bahwa praktek pendidikan Islam pada abad 19, pada garis besarnya merupakan usaha penyesuaian diri dengan pendidikan Islam yang diberikan di Mekkah. Dari sinilah sebagian besar kitab berasal dan guru-guru besar medapatkan pendidikan (Karel A. Steenbrink, 1986: 23).


Referensi:
1. Imam Bawani, Tradisionalisme dalam Pendidikan Islam, (Surabaya: Al-Ikhlas, 1993).
2. Depag. RI. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Depag RI, 1986).
3. Dawan Raharjo, Pesantren dan Pembaharuan, (Jakarta: LP3ES, 1985).
4. Zamakhsyari Dhofir, Tradisi Pesantren, (Jakarta: LP3ES, 1985).
5. Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1990).
6. Soegarda Poerbakawatja, Ensiklopedia Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1976).
7. Sudjoko Prasojo, et. al.,Profil Pesantren, (Jakarta: LP3ES, 1982).
8. Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah sekolah, (Jakarta: LP3ES, 1986).
9. Harun Nasution, et. al., Ensiklopedia Islam Indonesia, (Jakarta: Djambatan, 1992).

0 comments:

Post a Comment

Contact

Ponpes Annidhom

Pondok Pesantren Annidhom didirikan dan diasuh oleh al-Mukarom KH. Ja’far Shodiq, beliau adalah Tokoh Kyai/Mubaligh Kondang se-Wilayah III Cirebon, sekaligus sosok ulama/guru yang sabar, komitmen dan penuh tanggungjawab.

Alamat:

Jl. Sekar Kemuning RT.04 RW.03 Karyamulya Kesambi Cirebon 45131.