Cirebon | Pengurus Umum Organisasi Santri Pondok Pesantren An-Nidhom (OSPPA) --- Musabaqah Ikhtosor Kutub (MIK) telah diselenggarakan di Pondok Pesantren An-Nidhom Kota Cirebon. Gelaran lomba perdana ini berlangsung dari 8 Oktober hingga 18 Oktober 2020.
Lomba ini merupakan salah satu cabang lomba yang baru diadakan oleh panitia pelaksana peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020. Sekitar 30 santri perwakilan masing-masing asrama ikut ambil bagian pada ajang kompetisi ini.
Menurut Gus Irfan, MIK memperlombakan substansi dari apa yang selama ini diajarkan di pondok pesantren. Peserta diuji kemampuannya dalam membaca, memahami, menerjemahkan, meringkas dan mengartikulasikan teks-teks yang terdapat dalam kitab kuning.
"Ikhtisor Kutub merupakan salah satu kegiatan kompetisi atau perlombaan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan para santri dalam memahami kitab-kitab yang sudah dipelajarinya." katanya.
"Dengan demikian, dalam kegiatan ini santri diuji dengan mengikuti kompetisi ikhtisor kutub sebagai bentuk pencarian (research) para dewan asatidz/asatidzah untuk mengetahui sampai mana daya kemampuan anak didiknya dalam memahami kitab." Sambungnya.
Perlombaan Musabaqah Ikhtisor Kutub dilaksanakan
8 - 18 Oktober dengan rincian sebagai berikut, 8 Oktober Pengumuman Perlombaan, 9 Oktober Tehnical Meeting (TM),
10-14 Oktober Peserta membuat ringkasan/rangkuman dari kitab yang telah ditentukan,
15 Oktober pengumpulan hasil ringkasan, dan
17-18 Oktober mempresentasikan hasil ringkasannya.
Kitab yang ditentukan dalam perlombaan ini yakni :
Safinatunnaja
Al-Jurumiyah
Al-Matnul Bina
Jawahirul Kalamiyah
Taysirul Khalaq
Mabadiul awaliyah
Menurut Ainun --pada technical meeting-- menjelaskan, bahwa tugas peserta yaitu merangkum, menarkib, dan mempresentasikan.
"Merangkum/meringkas kitab yang telah dipilih (bab/fasalnya) dalam bentuk tulisan
Mentakrib salah satu tabir/maqalah/fasal
Menjelaskan/mempresentasikan isi ringkasannya." ujarnya.
Adapun yang menjadi dewan juri pada saat presentasi lomba diantaranya :
Gus Irfan (penulisan), Gus Najib (penarkiban),
Ustadz Shofi (pembacaan), Ustadz Mutho (Retorika penyampaian).
Reporter : Ahmad Fathuroji
0 comments:
Post a Comment